Hubungan penting antara konstanta ionisasi
asam dan konstanta ionisasi dari basa konjugasinya dapat diturunkan sebagai berikut,
menggunakan asam asetat sebagai contoh:
CH3COOH ( aq
) = H +
( aq ) + CH3COO -
( aq )
Ka = [H+][CH3COO -
] / [CH3COOH ]
Basis konjugat, CH3COO -
, dipasok oleh larutan natrium asetat (CH3COONa), bereaksi dengan air sesuai dengan persamaan
CH3COO - ( aq
) + H2O ( l ) = CH3COOH ( aq
) + OH - ( aq )
dan kita dapat menulis konstanta ionisasi
dasar sebagai
Kb = [OH -][CH3COOH ] / [CH3COO- ]
Produk dari dua konstanta ionisasi ini
diberikan oleh
KaKb = [H+][CH3COO - ] / [CH3COOH
] x [OH -][CH3COOH ] / [CH3COO- ]
= [H+][OH-]
= Kw
Hasil ini mungkin tampak aneh pada awalnya,
tetapi jika kita menambahkan dua persamaan kita melihat bahwa Jumlah hanyalah autoionisasi air.
(1) CH3COOH(aq)
= H+(aq) + CH3COO-(aq)
Ka
(2 CH3COO-(aq)
+H2O(l) = CH3COOH(aq) + OH-(aq) - Kb
(3) H2O(l) = H+(aq) + OH-(aq) Kw
Contoh ini mengilustrasikan salah satu
aturan untuk kesetimbangan kimia: Saat dua reaksi ditambahkan untuk memberikan reaksi ketiga, konstanta
kesetimbangan untuk ketiga reaksi adalah produk
dari konstanta kesetimbangan untuk dua reaksi tambahan (lihat Bagian 14.2). Jadi, untuk
pasangan asam-basa konjugat selalu benar
K a K
b = K w (15.12)
Mengekspresikan Persamaan (15.12)sebagai
K a = K
w / K b
K b = K w / K a
memungkinkan kita untuk menarik kesimpulan
penting: Semakin kuat asam (semakin besar K a), maka lemahnya basa konjugasinya (semakin kecil K b), dan
sebaliknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar